Kerugian yang Ditimbulkan
Peredaran rokok ilegal memberikan dampak negatif bagi banyak pihak. Beberapa kerugian utamanya meliputi:
-
Kerugian Pendapatan Negara
Rokok ilegal tidak menyetor cukai, sehingga negara kehilangan potensi pendapatan yang besar. Padahal, cukai rokok menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara yang digunakan untuk mendanai berbagai program pembangunan dan kesehatan. -
Persaingan Usaha Tidak Sehat
Produsen resmi harus membayar cukai dan pajak sesuai aturan. Sebaliknya, pelaku rokok ilegal tidak menanggung biaya tersebut. Hal ini menciptakan persaingan tidak adil dan dapat merugikan pelaku industri legal. -
Mendorong Tindak Pidana
Rokok ilegal sering diproduksi dan diselundupkan oleh jaringan terorganisir. Peredarannya dapat memicu tindak pidana lain seperti pemalsuan dokumen dan penyelundupan. -
Bahaya Kesehatan Masyarakat
Karena tidak melalui pengawasan produksi yang ketat, kandungan rokok ilegal tidak terkontrol. Konsumen berpotensi terpapar zat berbahaya dalam kadar tinggi yang dapat memperburuk risiko kesehatan.
Upaya Pemerintah
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Berbagai operasi pasar, pemeriksaan gudang, dan patroli perbatasan dilakukan untuk menekan peredarannya.
Seorang pejabat Bea Cukai menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam memberantas rokok ilegal. Jika menemukan rokok tanpa pita cukai resmi, masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak berwenang.
Masyarakat Diimbau Waspada
Masyarakat diminta lebih teliti saat membeli rokok. Salah satu cara sederhana untuk mengenali rokok ilegal adalah dengan memeriksa pita cukai pada bungkus rokok. Rokok tanpa pita cukai resmi atau menggunakan pita cukai rusak patut dicurigai sebagai produk ilegal.









