Tas ini penting untuk evakuasi cepat jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
4. Ketahui Jalur Evakuasi dan Titik Aman
Warga perlu mengetahui jalur evakuasi terdekat serta lokasi posko pengungsian BPBD atau pemerintah daerah.
Sosialisasi ini penting, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor seperti bantaran sungai, lereng bukit, atau daerah pesisir.
5. Jaga Kesehatan dan Kebersihan
Musim hujan sering kali memicu penyakit pascabencana seperti diare, leptospirosis, atau demam berdarah.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan air dan makanan, serta menguras tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.
6. Gunakan Media Sosial dengan Bijak
Saat bencana terjadi, hindari menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.
Gunakan media sosial untuk berbagi informasi resmi seperti dari BPBD, BMKG, atau instansi pemerintah daerah.
Langkah ini membantu masyarakat tetap tenang dan terkoordinasi dengan baik.
7. Tetap Tenang dan Utamakan Keselamatan
Dalam situasi darurat, tetaplah tenang dan segera evakuasi jika diminta oleh petugas.
BPBD menekankan bahwa keselamatan jiwa adalah prioritas utama, lebih penting daripada barang atau harta benda.
Pesan BPBD: Siaga Itu Tanggung Jawab Bersama
Kepala BPBD Jawa Timur menegaskan, kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan memahami langkah-langkah siaga, masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.









