Dishub menegaskan bahwa operasi serupa akan digelar secara rutin. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi, bukan sekadar penegakan hukum, sehingga keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban jalan dapat dirasakan seluruh warga Lumajang.
“Keselamatan adalah hasil kerja sama. Edukasi, disiplin, dan kesadaran masyarakat sama pentingnya dengan aturan. Kita ingin semua pihak memahami dan menerapkannya,” tegas Rasmin.
Melalui operasi gabungan ini, Lumajang menunjukkan bahwa pendidikan lalu lintas nyata di lapangan mampu menciptakan perubahan perilaku, menekan kecelakaan, dan membangun budaya tertib yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.









