-
Protein Gandum (Wheat Protein)
Gandum merupakan bahan utama pembuatan roti. Kandungan proteinnya seperti albumin, globulin, gliadin, dan gluten dapat memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif. -
Gluten
Gluten adalah protein yang memberikan tekstur kenyal pada roti. Bagi penderita alergi, gluten dapat memicu respons imun yang menyebabkan gejala alergi. -
Bahan Tambahan
Dalam beberapa kasus, bahan tambahan seperti pengawet, ragi, atau pewarna makanan juga dapat memicu reaksi alergi.
Gejala Alergi Roti
Gejala dapat muncul beberapa menit hingga jam setelah mengonsumsi roti. Tingkat keparahannya berbeda-beda pada setiap orang. Gejala umum yang sering terjadi antara lain:
-
Gatal atau ruam pada kulit.
-
Bibir, lidah, atau tenggorokan bengkak.
-
Hidung tersumbat atau bersin-bersin.
-
Sakit perut, kembung, atau mual.
-
Sesak napas pada kasus berat.
Dalam kasus yang sangat jarang, alergi roti dapat memicu reaksi anafilaksis, yaitu kondisi gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Pengobatan dan Penanganan Alergi Roti
-
Menghindari Konsumsi Roti
Cara utama mengatasi alergi roti adalah dengan menghindari makanan yang mengandung gandum atau gluten. Penderita perlu teliti membaca label makanan. -
Obat Antihistamin
Untuk meredakan gejala ringan seperti gatal atau bersin, dokter dapat merekomendasikan obat antihistamin yang membantu mengurangi reaksi alergi. -
Epinefrin (Auto-Injector)
Pada penderita dengan alergi berat, dokter biasanya meresepkan suntikan epinefrin sebagai tindakan darurat jika terjadi reaksi anafilaksis. -
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Alergi
Diagnosis yang tepat sangat penting. Dokter dapat melakukan tes alergi untuk memastikan pemicu dan memberikan panduan pengobatan jangka panjang.
Pencegahan Alergi Roti
-
Periksa komposisi bahan makanan sebelum mengonsumsi.
-
Pilih roti bebas gluten jika alergi disebabkan oleh gluten.
-
Informasikan kondisi alergi kepada orang terdekat atau pihak restoran saat makan di luar.
-
Siapkan obat alergi sesuai petunjuk dokter.









