Kepastian permintaan dari dapur SPPG tersebut membuat Arif menata ulang strategi tanam. Ia kini membagi pola panen agar suplai sayur tetap stabil setiap minggu, tidak hanya untuk SPPG, tapi juga pelanggan lamanya.
“Kami atur pola tanamnya supaya bisa panen setiap minggu. Jadi, semua konsumen bisa terpenuhi tanpa ada yang terlewat,” tambahnya.
Dari luar, aktivitas dapur SPPG mungkin tampak sederhana diantaranya, memasak, mengemas, dan mendistribusikan makanan. Namun di balik itu, ada denyut ekonomi yang terus berputar. Setiap porsi makanan yang dihidangkan bukan sekadar program sosial, tapi juga hasil dari kerja sama lintas sektor dari petani, nelayan, hingga UMKM penyedia bahan baku.









