Dampak Nyata di Sektor Produktif
Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja berkat KUR adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan rumah tangga.
Di wilayah Jawa Timur misalnya, penyaluran KUR pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp50 triliun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar digunakan untuk modal kerja di bidang pertanian dan perdagangan lokal.
Banyak petani kini mampu membeli alat pertanian modern, memperluas lahan, dan mempekerjakan tenaga tambahan. Di sisi lain, pelaku UMKM di sektor perdagangan mampu memperbesar stok barang dan membuka cabang baru, sehingga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Efek Berganda bagi Perekonomian Daerah
Dampak KUR tidak berhenti pada pelaku usaha penerima pinjaman. Efek bergandanya dirasakan oleh masyarakat sekitar karena meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah.
Ketika sebuah usaha berkembang, permintaan terhadap bahan baku, transportasi, dan tenaga kerja meningkat. Hal ini memicu perputaran ekonomi yang lebih cepat di tingkat lokal.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja baru berkontribusi langsung dalam menekan angka pengangguran, terutama di wilayah pedesaan. Banyak tenaga kerja yang sebelumnya tidak terserap oleh industri besar kini bisa bekerja di sektor informal yang tumbuh berkat program KUR.









