Dampak Kenaikan UMK 2025 terhadap Daya Saing dan Investasi di Jawa Timur

DHOUSE KEJUTAN BOMBASTIS

Dampak Kenaikan UMK terhadap Daya Saing Usaha

Kenaikan UMK membawa dua sisi yang berbeda bagi dunia usaha. Di satu sisi, pekerja memperoleh upah lebih tinggi yang dapat mendorong semangat kerja dan produktivitas. Namun di sisi lain, pelaku usaha – khususnya di sektor padat karya seperti garmen, makanan-minuman, dan manufaktur ringan – perlu menyesuaikan biaya operasional agar tetap kompetitif.

Menurut sejumlah pengamat ekonomi, kenaikan UMK dapat menurunkan daya saing usaha kecil dan menengah (UKM) karena peningkatan biaya tenaga kerja yang signifikan. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi, pelaku usaha berisiko mengalami penurunan margin keuntungan.

Read More
I#

Selain itu, daerah dengan UMK tinggi seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo bisa menghadapi relokasi industri ke daerah dengan upah lebih rendah seperti Bondowoso, Situbondo, atau Jember, untuk menekan biaya produksi.

Pengaruh terhadap Iklim Investasi di Jawa Timur

Kenaikan UMK juga berdampak langsung pada iklim investasi. Investor biasanya mempertimbangkan biaya tenaga kerja sebagai salah satu faktor utama sebelum menanamkan modal.

Di sisi positif, UMK yang lebih tinggi mencerminkan peningkatan standar kesejahteraan dan kualitas tenaga kerja, yang bisa menarik investor sektor menengah ke atas seperti teknologi, logistik, dan jasa modern.

Namun, bagi investor sektor padat karya, kenaikan UMK justru menjadi tantangan. Beberapa perusahaan cenderung menunda ekspansi atau mencari wilayah alternatif dengan biaya tenaga kerja lebih kompetitif.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan ekonomi daerah, dengan memberikan berbagai insentif investasi serta dukungan bagi industri kecil-menengah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *