“Tagana tidak hanya menangani kebutuhan fisik seperti makanan dan tempat tinggal, tetapi juga mendampingi warga agar bisa pulih secara mental pasca bencana,” jelas Sukardi.
4. Warga Diminta Tetap Waspada
Dinsos Jatim mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah lereng pegunungan, pesisir pantai, dan daerah aliran sungai (DAS).
Informasi terbaru dari BMKG harus dijadikan acuan dalam mengambil langkah mitigasi agar risiko dapat ditekan. Sukardi menegaskan, kewaspadaan dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam menekan dampak bencana di Jawa Timur.
5. Pemerintah Terus Perkuat Kesiapsiagaan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memperkuat sinergi lintas sektor agar penanganan bencana lebih cepat dan terkoordinasi. Dengan tingginya curah hujan dalam beberapa waktu ke depan, bencana seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung diperkirakan masih mungkin terjadi.









