“Tujuannya untuk mengurangi dampak kerusakan, kerugian materi, dan korban jiwa. Tagana bertugas melakukan kaji cepat, asesmen dampak, evakuasi warga, pelayanan kebutuhan dasar seperti dapur umum dan logistik, serta pendampingan psikososial bagi korban,” ujar Sukardi, Selasa (17/12/2024).
2. Respons Cepat di Daerah Terdampak
Sukardi juga mengapresiasi respons cepat tim Tagana dalam menangani bencana di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Malang, Blitar, Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Pasuruan, Ngawi, Jember, Tuban, Ponorogo, Trenggalek, dan Sumenep.
“Kami mengimbau seluruh personel untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan menjaga kekompakan selama menjalankan tugas kemanusiaan di tengah cuaca ekstrem,” tambahnya.
3. Sinergi Antarinstansi untuk Penanganan Bencana
Dinsos Jatim juga terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan lembaga sosial lainnya untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif. Fokus utama adalah evakuasi cepat, penyediaan dapur umum (DU), serta layanan dukungan psikososial (LDP) bagi warga terdampak.









