Jember — Video rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan aksi pencurian tembakau dengan ancaman senjata tajam jenis celurit di Kabupaten Jember, Jawa Timur, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah toko tembakau di Dusun Teko’an, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 15.40 WIB. Aksi para pelaku terekam kamera CCTV dengan durasi sekitar satu menit.
Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku turun dari kendaraan, mengambil satu bal tembakau yang berada di depan toko sambil mengacungkan celurit untuk mengancam penjaga toko. Setelah itu, kedua pelaku langsung melarikan diri.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan itu menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, mengatakan polisi berhasil mengidentifikasi dua pelaku dalam kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan, satu orang pelaku telah diamankan.
“Kami berhasil mengamankan satu dari dua pelaku. Saat ini satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” kata AKP Angga saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/12/2025).
Pelaku yang ditangkap diketahui bernama Mochamad Arifin alias Ripin (44), warga Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Ia diamankan di kediamannya bersama sejumlah barang bukti, antara lain pakaian yang dikenakan saat beraksi dan sebilah celurit.
Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial FR yang diketahui merupakan residivis, telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku hasil penjualan tembakau curian senilai sekitar Rp600 ribu digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu.
“Pelaku yang kami amankan bukan residivis. Namun rekannya yang masih buron merupakan residivis. Saat ini pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP,” tegas AKP Angga.
Akibat kejadian tersebut, pemilik toko mengalami kerugian sekitar Rp3,5 juta. Hingga kini, Satreskrim Polres Jember masih terus mengembangkan kasus dan memburu satu pelaku lainnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.









