-
Respons Tegas
Korban dapat menjelaskan secara langsung bahwa tindakan tersebut adalah pelecehan. Ucapan seperti “Jangan lakukan itu” atau “Itu pelecehan” dapat memberi sinyal tegas kepada pelaku. -
Tunjukkan Ketidaksukaan
Jika tidak nyaman berbicara langsung, korban bisa menatap pelaku dengan tajam atau ekspresi tidak suka. Respons nonverbal yang kuat sering kali cukup untuk membuat pelaku berhenti. -
Dokumentasikan Kejadian
Ambil foto atau video jika situasi memungkinkan. Bukti visual dapat membantu jika korban ingin melapor ke pihak berwenang atau sekadar berbagi pengalaman agar pelaku jera. -
Abaikan Jika Tidak Aman
Jika kondisi tidak memungkinkan untuk melawan, mengabaikan pelaku bisa menjadi pilihan paling aman. Banyak pelaku catcalling justru mencari perhatian; dengan tidak merespons, mereka kehilangan kontrol atas situasi.
Aksi Lawan Pelecehan Jalanan
Kasus ini menambah panjang daftar korban pelecehan verbal di ruang publik. Aktivis perempuan mendorong masyarakat dan aparat penegak hukum untuk lebih tegas dalam menangani pelecehan jalanan, serta mendorong korban untuk berani melapor jika merasa terancam.
Catcalling bukan pujian. Itu adalah bentuk pelecehan yang melukai rasa aman dan kenyamanan korban, terutama perempuan. Masyarakat diharapkan lebih peka dan berani bersuara untuk menghentikan praktik ini.









