Buto-butoan umumnya hanya ditemukan di wilayah Jember bagian utara, khususnya di daerah yang mayoritas penduduknya merupakan pendatang dari Madura dan dikenal religius. Salah satu lokasi yang masih rutin menggelar tradisi ini adalah Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk.
Secara visual, Tradisi Buto-butoan merupakan perpaduan antara kesenian jaranan dan ondel-ondel. Warga, terutama anak-anak dan remaja, berdandan menyerupai sosok buto atau raksasa, dengan tubuh dicat hitam atau warna-warna mencolok. Mereka kemudian berkeliling desa sambil menari diiringi musik tradisional yang khas.








