1. Tol Semarang–Demak
-
Panjang: 24,7 km
-
Fungsi: Sekaligus menjadi tanggul laut yang diharapkan mengurangi banjir rob di Semarang bagian utara.
-
Status: Sebagian telah beroperasi, sisanya dalam penyelesaian konstruksi.
2. Tol Yogyakarta–Bawen
-
Panjang: 75,8 km
-
Fungsi: Menghubungkan Yogyakarta dengan jaringan Trans-Java melalui Jawa Tengah.
-
Status: Pekerjaan konstruksi dan pembebasan lahan terus dikebut.
3. Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) Tahap Lanjutan
-
Panjang eksisting: 38,3 km (beroperasi sejak 2018)
-
Rencana pengembangan: Penguatan akses menuju Probolinggo dan jalur ke arah Pantura Timur Jawa Timur.
4. Tol NS Link Bandung
-
Lokasi: Bandung, Jawa Barat
-
Status: Masuk Proyek Strategis Nasional (PSN)
-
Keterangan: Tahap pembebasan lahan dan finalisasi trase.
-
Fungsi: Mengurai kepadatan Kota Bandung dengan jalur layang modern.
5. Koridor Tol Menuju Banyuwangi
-
Bagian dari rencana jangka panjang Trans-Java hingga ujung timur Jawa.
-
Status: Studi kelayakan dan penyusunan trase tengah dilakukan untuk menyambungkan Surabaya–Situbondo–Banyuwangi.
Progress Pembangunan: Fokus pada Pembebasan Lahan
Kementerian PUPR menyampaikan bahwa fase paling menantang dalam pembangunan tol baru adalah pembebasan lahan. Sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, masih memiliki titik yang harus diselesaikan sebelum masuk konstruksi penuh.
Di sisi lain, proyek dengan tingkat kesiapan tinggi, seperti Semarang–Demak dan Yogyakarta–Bawen, terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Hingga 2024, Indonesia telah memiliki lebih dari 2.400 km jalan tol beroperasi, dan angka tersebut terus bertambah seiring berjalannya proyek baru.
Manfaat Keberadaan Tol Baru untuk Masyarakat
Pembangunan tol baru diharapkan memberikan beberapa dampak positif, antara lain:









