Pencak Silat: Tradisi Juara yang Terjaga
Cabor pencak silat juga menjadi salah satu kekuatan utama Jatim. Dengan banyaknya perguruan dan padepokan silat di daerah seperti Madiun, Ponorogo, Tulungagung, dan Lamongan, Jawa Timur memiliki basis atlet yang kuat dan melimpah.
Dalam beberapa tahun terakhir, atlet silat Jatim kerap mendominasi ajang Pra-PON dan Kejurnas, baik di kategori tanding maupun seni. Pelatih kepala tim silat Jatim menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari perpaduan antara teknik tradisional dan pendekatan ilmiah dalam latihan fisik dan mental.
Pencak silat juga menjadi cabor yang sarat nilai budaya. Keberadaannya tidak hanya dipandang sebagai olahraga, tetapi juga warisan seni bela diri yang menumbuhkan karakter, disiplin, dan sportivitas para atlet muda.
Karate: Konsistensi dan Regenerasi Atlet
Selain wushu dan silat, karate menjadi cabang bela diri yang terus menunjukkan perkembangan positif di Jawa Timur. Klub-klub karate seperti INKAI, FORKI, dan KKI aktif membina atlet muda melalui kejuaraan tingkat daerah hingga nasional.
Pada kejuaraan Pra-PON 2024, kontingen karate Jatim berhasil menembus tiga besar nasional. Hasil ini menjadi modal penting untuk menghadapi PON 2025. Menurut pelatih tim, kekuatan utama karate Jatim terletak pada soliditas tim dan strategi teknik adaptif terhadap lawan-lawan dari provinsi lain.









