-
Menggunakan sistem klasikal dengan jadwal pelajaran seperti sekolah.
-
Santri belajar ilmu agama dan umum (IPA, IPS, bahasa Inggris, komputer, dsb).
-
Menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari.
-
Disiplin tinggi dan lingkungan asrama yang tertata.
Contoh pesantren modern di Jawa Timur antara lain Pondok Modern Darussalam Gontor (Ponorogo), Pesantren Al-Amien (Prenduan), dan Darul Hikmah (Tulungagung).
Pesantren modern cocok untuk anak yang ingin menguasai agama sekaligus siap bersaing di dunia modern, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
3. Perbedaan Utama Pesantren Salaf dan Modern
| Aspek | Pesantren Salaf | Pesantren Modern |
|---|---|---|
| Fokus Pendidikan | Ilmu agama klasik | Ilmu agama + ilmu umum |
| Metode Belajar | Sorogan, bandongan, halaqah | Kelas formal dan diskusi |
| Bahasa Pengantar | Bahasa Indonesia & Arab kitab | Bahasa Arab & Inggris aktif |
| Gaya Hidup Santri | Sederhana dan tradisional | Disiplin dan modern |
| Tujuan Utama | Mendalami agama, jadi ulama | Jadi muslim cendekia dan global |
4. Pesantren Kombinasi: Menjembatani Dua Dunia
Seiring perkembangan zaman, kini banyak pesantren yang menggabungkan sistem salaf dan modern.
Model ini dikenal sebagai pesantren “kolaboratif”, di mana santri tetap belajar kitab klasik, tetapi juga mendapatkan pelajaran umum dan keterampilan.
Contohnya adalah Pesantren Tebuireng (Jombang) dan Pesantren Al-Falah Ploso (Kediri) yang tetap menjaga tradisi keilmuan klasik, namun membuka diri terhadap inovasi pendidikan.









