-
Memberikan motivasi tanpa memaksa. Tekanan berlebihan justru menurunkan kepercayaan diri anak.
-
Menjaga pola tidur dan pola makan anak, agar kondisi tubuh tetap prima saat belajar dan ujian.
-
Mendengarkan keluhan anak tanpa menghakimi, agar mereka merasa didukung dan dipahami.
-
Menyediakan ruang belajar yang tenang dan kondusif, jauh dari distraksi.
“Anak-anak yang merasa didukung orang tuanya cenderung lebih siap menghadapi ujian dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah,” tambah Lilis.
3. Kolaborasi Guru dan Orang Tua
Kunci keberhasilan dalam menjaga mental siswa bukan hanya dari satu pihak, tetapi dari kolaborasi antara guru dan orang tua.
Keduanya perlu menjalin komunikasi yang baik mengenai perkembangan belajar siswa, tanda-tanda stres, dan solusi yang bisa dilakukan bersama.
Sekolah juga dapat mengadakan konseling bersama psikolog untuk membantu siswa mengelola emosi dan mempersiapkan diri menjelang ujian.









