Keputusan tersebut ditetapkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah melalui kajian data astronomis global serta validasi parameter KHGT.
Sementara itu, Hari Raya Idul Fitri 1447 H versi Muhammadiyah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Versi Kementerian Agama dan NU
Berbeda dengan Muhammadiyah, Kementerian Agama (Kemenag) dan NU menggunakan metode rukyatul hilal yang dikombinasikan dengan hisab astronomi.
Meski sama-sama berlandaskan kalender Qomariyah, perbedaan metode ini membuka kemungkinan perbedaan awal puasa Ramadhan 2026 antara Muhammadiyah dan pemerintah.









