Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak relatif mendatar pada perdagangan Selasa (30/12/2025). IHSG ditutup menguat tipis 0,03 persen ke level 8.646,94 di tengah aktivitas pasar yang cenderung sepi menjelang libur akhir tahun.
Pergerakan saham berlangsung variatif. Saham PT MD Pictures Tbk (FILM) mencatatkan lonjakan tertinggi dengan penguatan 12,84 persen. Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) turut menguat 12,62 persen, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 1,84 persen dan menjadi salah satu penopang utama indeks.
Di sisi lain, tekanan terlihat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terkoreksi 3,17 persen. Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melemah 6,77 persen, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 3,38 persen.
Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih. Net sell asing tercatat sebesar Rp888,53 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp937,79 miliar jika dihitung di seluruh pasar.
Secara sektoral, enam dari sebelas sektor saham ditutup di zona hijau. Sektor consumer cyclicals mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 3,03 persen, sementara sektor healthcare menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,53 persen.
Analis menilai pergerakan IHSG masih akan terbatas seiring minimnya katalis dan suasana libur akhir tahun. Arah pasar diperkirakan mulai menemukan momentum baru pada awal Januari 2026, seiring rilis data inflasi Desember dan neraca perdagangan November.
Dari sisi korporasi, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melalui anak usahanya, Pionirbetor Industri (PBI), memperluas bisnis mortar siap pakai dengan membentuk usaha patungan bersama Cipta Mortar Utama (CMU), anak usaha Saint-Gobain Group.
Dalam kerja sama tersebut, CMU menyuntikkan modal sebesar Rp455 miliar untuk menguasai 60 persen kepemilikan lini bisnis mortar siap pakai milik PBI. Entitas baru bernama Mortar Prakarsa Utama (MPU) kini mengoperasikan tiga pabrik di Citeureup dan Lampung. Pasar dry mix mortar domestik diproyeksikan tumbuh stabil hingga 2030.
Sementara itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menetapkan pembagian dividen interim perdana sebesar Rp1,34 per saham. Dividen tersebut bersumber dari laba bersih semester I-2025 sebesar USD 67,84 juta, dengan total nilai dividen sekitar Rp167,7 miliar atau setara rasio pembagian 14,74 persen.
Manajemen menyatakan pembagian dividen tetap menjaga struktur permodalan perusahaan, tercermin dari saldo laba ditahan yang masih kuat. Namun, dengan harga saham penutupan terakhir, imbal hasil dividen dinilai relatif terbatas.









