Kediri — Persik Kediri berhasil menahan imbang Persib Bandung dengan skor 1-1 pada laga lanjutan Super League yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin malam.
Persib sempat berada di atas angin setelah Saddil Ramdani mencetak gol pembuka pada menit ke-68. Namun, kemenangan tim tamu buyar setelah Muhamad Firly mencetak gol penyeimbang di menit 90+5, sekaligus menyelamatkan Persik dari kekalahan di kandang sendiri.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil terbuka dan saling menekan. Persib bermain lebih agresif dan beberapa kali mengancam gawang Persik. Meski demikian, hingga turun minum, skor tetap imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Persib akhirnya memecah kebuntuan melalui Saddil Ramdani yang memanfaatkan umpan Berguinho untuk membawa Maung Bandung unggul 1-0.
Namun situasi berbalik setelah Saddil menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81 usai melanggar Yusuf Meilana. Bermain dengan 10 orang, Persib tertekan oleh serangan bertubi-tubi Persik.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh tim tuan rumah. Tekanan berujung hasil saat Muhamad Firly mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan.
Hasil imbang ini membuat Persik Kediri tetap berada di peringkat ke-11 klasemen dengan 19 poin, sementara Persib Bandung tertahan di posisi ketiga dengan 35 poin.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menilai satu poin dari laga ini patut disyukuri.
“Satu poin dari Persib Bandung adalah hasil yang baik. Kami sudah berusaha dan berjuang. Bahkan sebenarnya kami pantas menang, tetapi satu poin tetap bukan hasil yang buruk,” ujar Marcos.
Ia menambahkan bahwa menghadapi tim papan atas seperti Persib menjadi pengalaman penting bagi Persik, terutama menjelang laga berikutnya melawan Arema Malang.
Di sisi lain, pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut.
“Untuk pertama kalinya saya merasa tidak bahagia. Saya kecewa dengan kepemimpinan wasit. Itu saja, saya tidak ingin berbicara lebih jauh,” kata Bojan.









