Cuaca Ekstrem Tutup Sementara Penyeberangan Ketapang, BMKG Banyuwangi Keluarkan Peringatan Dini

DHOUSE KEJUTAN BOMBASTIS

Banyuwangi – Penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sempat ditutup sementara pada Rabu pagi (21/1/2026) akibat kondisi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi menyebut cuaca di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai potensi petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ibnu Haryo, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh adanya bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa. Fenomena tersebut memicu pertemuan angin yang membawa uap air serta massa udara basah, sehingga meningkatkan potensi hujan di wilayah Jawa, termasuk Banyuwangi.

Read More
I#

“Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di Banyuwangi sejak pagi hingga malam hari masih berpotensi hujan ringan sampai sedang, terkadang disertai petir dan angin kencang,” ujar Ibnu.

Selain itu, penguatan angin baratan juga turut memperparah kondisi cuaca. Angin kencang ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi, terutama di perairan selatan Banyuwangi.

“Untuk perairan Selat Bali, tinggi gelombang masih berkisar antara 0,2 hingga 1 meter dan masuk kategori rendah. Namun, potensi hujan tetap perlu diwaspadai,” jelasnya.

Berbeda dengan Selat Bali, kondisi perairan selatan Banyuwangi terpantau cukup berbahaya. BMKG mencatat tinggi gelombang di wilayah tersebut mencapai 2,5 hingga 4 meter akibat pengaruh langsung bibit siklon tropis.

“Kondisi gelombang tinggi di perairan selatan Banyuwangi diperkirakan masih akan berlangsung hingga empat hari ke depan sehingga masyarakat dan nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

Ibnu juga menegaskan bahwa Banyuwangi saat ini berada pada puncak musim hujan yang secara klimatologis berlangsung pada Januari hingga Februari. Pada periode ini, hujan berpotensi terjadi hampir setiap hari meskipun tidak berlangsung sepanjang waktu.

“Musim hujan tidak berarti hujan sepanjang hari, begitu pula musim kemarau tidak selalu panas. Namun, Januari dan Februari memang merupakan puncak musim hujan,” katanya.

BMKG Banyuwangi telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku hingga 30 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun di laut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG. Jika beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya membawa jas hujan atau payung. Nelayan juga diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut,” ujarnya.

Selain wilayah pesisir, BMKG juga mengingatkan potensi dampak cuaca ekstrem di kawasan pegunungan dan dataran tinggi Banyuwangi. Curah hujan yang tinggi berisiko memicu tanah longsor dan runtuhan tebing, terutama di wilayah rawan bencana dan jalur wisata.

“Untuk wilayah dataran tinggi perlu diwaspadai potensi longsor. Secara umum, kondisi cuaca di Banyuwangi masih relatif sama dan merata dengan potensi hujan ringan hingga lebat dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Ibnu.

BMKG Banyuwangi mengajak masyarakat untuk mengakses informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta media sosial Info Jelajah Banyuwangi di Instagram dan Twitter.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *