-
Sensasi hentakan bass yang dianggap lebih energik
-
Identitas komunitas yang ingin tampil beda
-
Biaya murah, karena sound rakitan tidak memerlukan perangkat mahal
-
Cocok untuk musik remix, yang digemari generasi Z
-
Efek sosial, karena dianggap meramaikan acara dan menarik perhatian
Bagi sebagian remaja, sound horeg memberikan rasa kebersamaan dalam komunitas.
Kontroversi dan Dampaknya
Meski populer, sound horeg tak lepas dari kritik:
1. Gangguan Kebisingan
Banyak warga mengeluhkan suara bising hingga dini hari, terutama saat hajatan atau acara kawula muda.
2. Berpotensi Melanggar Aturan Ketertiban
Beberapa pemerintah daerah mengeluarkan imbauan agar sound horeg dibatasi karena mengganggu aktivitas masyarakat.
3. Risiko Kerusakan Alat dan Pendengaran
Mesin dipaksa bekerja di luar batas, sementara paparan suara keras dapat mengganggu kesehatan telinga.
Meski demikian, sebagian daerah memilih melakukan penataan, bukan pelarangan total.
Fenomena Sound Horeg berawal dari tradisi lokal, berkembang melalui kreativitas komunitas sound rakitan, dan akhirnya menjadi tren nasional berkat media sosial. Bagi sebagian anak muda, sound horeg bukan sekadar musik, melainkan ekspresi budaya dan identitas komunitas.
Dengan pengaturan yang baik—mulai dari jam penggunaan hingga standar volume—fenomena ini dapat tetap dinikmati tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat luas.









