Surabaya – Kredit Usaha Rakyat (KUR) kini menjadi salah satu program keuangan inklusif paling penting dalam menopang ekonomi mikro di Jawa Timur. Sejak pertama kali digulirkan pemerintah, KUR telah membantu jutaan pelaku usaha kecil mengembangkan bisnisnya, terutama di sektor pertanian, perdagangan, dan industri rumahan.
Pada tahun 2025, penyaluran KUR di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif dan bahkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya kebutuhan modal usaha bagi sektor produktif.
KUR dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Jawa Timur
KUR merupakan program pembiayaan dengan bunga rendah yang ditujukan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Skema ini didukung oleh pemerintah melalui subsidi bunga dan jaminan kredit dari lembaga penjamin seperti Askrindo dan Jamkrindo.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia dan OJK Regional 4 Jawa Timur, total penyaluran KUR di provinsi ini mencapai lebih dari Rp 50 triliun pada 2024, dengan mayoritas penerima berasal dari sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan kecil.
Peningkatan ini membuktikan bahwa KUR memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro di Jawa Timur.









