Pasar tradisional merupakan salah satu institusi ekonomi tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan pasar modern dan perdagangan digital, pasar tradisional tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat kecil.
Pengertian Pasar Tradisional
Secara umum, pasar tradisional adalah tempat terjadinya kegiatan jual beli barang dan jasa yang dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli. Ciri utama pasar tradisional adalah adanya interaksi sosial, proses tawar-menawar harga, serta pengelolaan yang relatif sederhana. Pasar ini biasanya dikelola oleh pemerintah daerah, desa, atau komunitas masyarakat setempat.
Barang yang diperjualbelikan di pasar tradisional umumnya merupakan kebutuhan sehari-hari, seperti bahan pangan, hasil pertanian, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga. Keberadaan pasar tradisional sangat dekat dengan kehidupan masyarakat karena menjadi tempat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau.
Ciri-ciri Pasar Tradisional
Pasar tradisional memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari pasar modern, antara lain:
- Transaksi dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli
- Harga bersifat fleksibel dan dapat ditawar
- Didominasi pedagang kecil dan menengah
- Produk lokal lebih menonjol, terutama hasil pertanian dan usaha rumahan
- Fasilitas sederhana, dengan suasana pasar yang ramai dan dinamis
- Ciri-ciri tersebut menjadikan pasar tradisional tidak hanya sebagai tempat ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang hidup.
Fungsi dan Peran Pasar Tradisional
Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, di antaranya:









