Jakarta – Tanaman kecubung dikenal luas di Indonesia sebagai tanaman liar yang kerap tumbuh di pekarangan, kebun, hingga pinggir jalan. Meski bunganya terlihat indah, kecubung termasuk tanaman beracun dan tidak aman untuk dikonsumsi. Mengonsumsi bagian tanaman ini, baik daun, bunga, biji, maupun akarnya, dapat menimbulkan dampak serius bagi tubuh.
Sejumlah sumber medis menyebutkan, kecubung mengandung senyawa alkaloid beracun seperti atropin, skopolamin, dan hiosiamin. Zat-zat ini bekerja langsung pada sistem saraf dan dapat menyebabkan gangguan fisik maupun mental.
Gejala yang Muncul Setelah Mengonsumsi Kecubung
Dampak yang dirasakan seseorang setelah makan kecubung dapat berbeda-beda, tergantung jumlah yang dikonsumsi dan kondisi tubuh. Namun, gejala yang umum terjadi antara lain mulut kering, pandangan kabur, pusing, mual, dan jantung berdebar cepat.
Pada kasus yang lebih berat, korban bisa mengalami halusinasi, kebingungan, bicara tidak jelas, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Beberapa laporan medis juga mencatat adanya risiko gangguan pernapasan dan penurunan tekanan darah yang berbahaya.









