Jember — Tren musik jalanan di berbagai kota di Indonesia semakin menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Pertunjukan spontan yang dilakukan di trotoar, alun-alun, pasar malam, hingga area car free day menjadi fenomena budaya baru yang menarik perhatian publik. Mulai dari musisi akustik, pengamen modern, DJ portabel, sampai kelompok sound horeg, semuanya memberi warna pada dinamika ruang publik.
Fenomena ini menimbulkan beragam dampak sosial dan ekonomi, baik positif maupun negatif. Pemerintah daerah pun mulai menyusun strategi penataan, agar kreativitas tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban warga.
Ruang Ekspresi Seni yang Terbuka untuk Semua
Salah satu dampak paling signifikan dari tren musik jalanan adalah terbukanya ruang ekspresi bagi anak muda. Tidak seperti panggung formal yang membutuhkan biaya dan koneksi, ruang publik memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk tampil.
Bagi generasi muda, musik jalanan menjadi sarana:
-
Uji panggung sebelum tampil di acara besar
-
Mencari gaya bermusik dan identitas diri
-
Melatih mental dan keberanian tampil
-
Mencapai audiens lebih luas melalui unggahan penonton ke media sosial
“Di jalan, kami bisa bebas tampil tanpa harus ikut audisi. Sering kali penonton merekam dan mengunggah ke Instagram atau TikTok, dari situ kami dapat tawaran manggung,” kata Edo, musisi jalanan di Surabaya.
Fenomena ini juga melahirkan banyak komunitas musik independen yang saling berbagi ilmu, alat, dan ruang tampil.
Musik Jalanan Memperkaya Interaksi Sosial Kota
Musik jalanan membuat ruang publik lebih hidup, ramah, dan dinamis. Di sejumlah kota, kehadiran musisi di alun-alun atau trotoar membuat area tersebut menjadi titik berkumpul baru.
Dampaknya pada kehidupan sosial antara lain:
-
Meningkatkan rasa aman karena area ramai dan aktif
-
Mendorong interaksi antarwarga yang sebelumnya jarang terjadi
-
Menambah daya tarik kawasan wisata kota
-
Menciptakan suasana positif pada ruang publik yang sebelumnya sepi
Di Jember misalnya, alun-alun kota yang dulu hanya ramai pada malam hari kini menjadi pusat hiburan rakyat karena banyaknya musisi tampil pada akhir pekan.
Dampak Ekonomi: Dari Pendapatan Musisi hingga UMKM Sekitar
Selain manfaat sosial, dampak ekonomi dari tren musik jalanan juga cukup kuat.
1. Pendapatan bagi Musisi
Musisi jalanan modern tidak lagi hanya mengandalkan kotak saweran. Banyak yang menggunakan:
-
QRIS untuk tip digital
-
Penawaran request lagu berbayar
-
Penjualan merchandise kecil
-
Undangan tampil dari event atau kafe
Pendapatan ini cukup menjanjikan, terutama di kota besar.









