Jember – Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang kerap terdampak bencana hidrometeorologi, terutama saat memasuki musim hujan. Fenomena ini sering menyebabkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di berbagai daerah. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan hidrometeorologi, dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat Jawa Timur?
Pengertian Fenomena Hidrometeorologi
Fenomena hidrometeorologi berasal dari dua kata, yaitu hydro yang berarti air, dan meteorologi yang berarti ilmu tentang cuaca atau atmosfer. Secara sederhana, hidrometeorologi adalah cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara unsur cuaca dan proses air di bumi, termasuk hujan, kelembapan udara, suhu, angin, dan penguapan.
Fenomena ini berkaitan langsung dengan perubahan cuaca ekstrem, yang dapat memicu bencana alam seperti:
- Banjir dan banjir bandang akibat intensitas hujan tinggi,
- Tanah longsor di daerah perbukitan dengan tanah jenuh air,
- Angin puting beliung dan badai lokal,
- Kekeringan pada musim kemarau panjang.









